(via asdfghjkllove)
(via asdfghjkllove)
Bapa.. banyak rindu yg ku simpan rapat hanya untuk Mu
gelisah, kuatir, takut ku untuk berjalan menatap jalan yg masih samar
pandangan ku masih kabur, tak tau arah, tak tau apa yg terjadi
Bapa.. pegang tangan ku, hapus airmataku
ubah hidup ku, sesuai kehendak Mu
Gembala ku…… :’)
untuk mencinta? aku tak menginginkannya terlalu cepat..
indah, tp banyak duri disana, aku masih terlalu enggan merasakan sakitnya
aku mengetahui beberapa cerita cinta
ada yg beruntung benar benar merasakannya
ada yg terdiam dalam sesak isak tangis, menahan semua sakitnya
lalu kemudian ketika ku terlalu tergesa, apa yg akan ku dapati?
semoga ada rancangan akhir indah disetiap ujung jalan penantian..
kau mau ku sebut RINDU ???
ahh .. tidak !
karena aku telah mengunci telaga air mata ku kuat , rapat!!
biar saja aku mengingatmu sendiri dalam memori ku , jika kau tak mau ikut mengingatnya ..
aku sudah lelah , setiap pagi menjemur bantal yang basah karena RINDU semalam ..
pergilah bersama bidadari mu..
kelelahan ku melepaskan mu ..
teruntuk warna langit yang indah.. JINGGA
Masih gelap, aku masih takut untuk mencari sinar yang lain.
Seakan malam yang pekat memelukku erat, enggan melepasku dan aku enggan pula melepaskannya.
maafkan aku atass segala keegoisan ini .. aku hanya takut mengingatnya sendiri
aku tak mau hilang atau terlupakan dari memori mu..
kamu jingga yang selalu aku rindu ..
jaga dirimu , jaga warna langitku yang turut pergi bersamamu..
Tenang sayang „ itu hanya belokan
bukan akhir !
kalau dulu kamu bilang
“aku lagi sendirian dirumah, gak ada temen.. sendiri itu gak enak ya”
aku hanya bisa tersenyum membaca sebait kata2 lugu mu itu..
hey sayang, bagaimana dengan aku???
aku pun tak kuat, ingin ku muarakan semua rindu dalam erat pelukmu..
tapi ada daya, semua tak memihak..
KAMU . Sedetik menjauh, sedetik mendekat.
pergi…lalu KEMBALI
ada…lalu TIADA
menempatkanku dalam pusaran getar tak bertepi, pada pijakan kosong yang empunya tapi tak punya ..
aku berlari, mencari titik temu dimana dulu kau kudapati.. tapi sekarang kosong..
ternyata kau ada disana, ditempat indah.. MENURUTMU!
Buat apa bertemu?
Berhimpitan dada tiap putaran jarum jam saja tak akan mengurangi kadarnya.
Hambar tetap hambar.
Menatap matamu yang tajam sampai berkedip perih?
Mengucap banyak kata impian seiring senyuman sipu malu?
Atau, dendangan lagu yang mengingatkan banyak cerita lampau?
…